CINTA DI
PENJARA SUCI
pertama kumenginjak dipenjara
suci ini
kumerasa berada didalam mimpi
pandangan yang indah menakjubkan hati
membuat hatiku senang dan gembira
kulihat
satu bangunan dipenuhi dengan kaum ikhwan
mereka bersenang senang dan saling beranda
saling berbagi dan saling mengasihi
membuat hatiku tersenyum bahagia
Suara bergemuruh terendap dalam
hati.
Terselubung satu rasa yg tak pernah pergi.
Tergores belati tak dapat kuhenti.
Semakin
ku mlupakan, smakin besar rasa itu menghantui.
Semakin ku berlari, smakin dalam rasa itu
mengendap dihati.
Rindu ini tak mudah gugur, tak mudah pula untuk pergi.
Selalu mengiringi setiap detik hembus nafasku.
Tak bisa sekejap pun untuk melupakanmu.
Rasa rindu yang tak terbatas.
Wahai Malam ...
Jangan kau redupkan
sinar di hatinya tuk slalu menjadi cahaya cinta dihatiku
Ungkap segala
gundah dan resah dalam jiwa,
mekarkan bunga-bunga
kerinduan dalam asmara.
Wahai Sepi ...
Jangan kau
sembunyikan cintanya dariku
Karna yang kuharap
besar sayangnya kepadaku.
Bangunkan rindu
yang resah dalam kalbu,
Usik lamunan di
gelap asa yang tak mengaku
Wahai Dingin ...
Jangan kau bekukan
kerinduan di antara kami,
Karna dia slalu
hadir dalam mimpi - mimpi.
Getarkan dawai -
dawai cinta dalam hati,
Nyanyikan desir
angin di tiap sudut sepi.
Wahai Kekasih ...
Berikan aku
setangkai kelembutan jiwa tuk ungkap tirai - tirai asa tersisa
Sampaikan ungkap
jiwa dalam relung - relung rindu kepadamu,
Wahai Kekasih
Rinduku ...
Komentar
Posting Komentar